Keuangan Islam Menawarkan Solusi Keuangan Baru
By Republika Newsroom
Rabu, 22 April 2009 pukul 21:02:00
LONDON — Sebuah laporan dari konsultan manajemen Arthur D. Little berjudul “Islamic Finance Comes of Age” menyatakan bahwa sistem keuangan Islam menjanjikan sebuah kesempatan bagi industri jasa keuangan dunia untuk menghadapi resesi global saat ini. Aset keuangan sistem Islam sebanyak 800 miliar dolar AS. Arthur mengatakan, asset ini diperkirakan akan naik menjadi 4 triliun dolar AS enam tahun kemudian. Ini merupakan kesempatan bagi institusi keuangan Barat untuk menjadikannya patner.
Pandangan pasar global
Investigasi terakhir Arthur D Little menyebutkan bahwa 10 pasar modal negara-negara Islam memberikan kesempatan yang berbeda bagi para investor negara Barat. Kesempatan ini tergantung pada tingkat kedewasaan dan tingkat kompleksitas pasar modal tersebut. Arthur mengelompokkan pasar modal tersebut menjadi tiga kelompok untuk mempermudah para investor memasuki pasar modal Islam.
• Empat pasar modal besar—Saudi Arabia, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Malaysia. Mereka memiliki pasar modal yang berkembang paling pesat yang disukng oleh pemerintah maupun sektor swasta. Saudi Arabia memiliki 40 persen asset keuangan di pasar modal Islam dan Kuwait mengusasai 21 persen.
• Para penantang–Qatar, Bahrain, danOman berkembang pesat ekonominya begitu pula pertumbuhan pasarnya. Mereka merupakan para pemain yang kompeten di dalam keuangan Islam global.
• Para pendatang baru–Maroko dan Tunisia telah menerapakan sistem pasar keuangan Islam pada tahun 2007. Sedangkan di Mesir, produk syariah baru diakui tahun lalu. Namun, pemerintah para pemain baru ini memberikan dukungan dan di Tunisia dan Mesir, pemerintah membuat kebijakan yang mendukung investasi.
Managing Director and
Global Head of Arthur D. Little’s Financial Services Practice Dr. Gerrit Seidel mengatakan, hancurnya pasar keuangan konvensional membuat para investor mengalami trauma. Oleh karena itu, sistem keuangan Islam merupakan salah satu alternatif untuk keluar dari pasar keuangan financial konvensional. “Saat ini pasar modal Timur Tengah dan Afrika Utara siap menguasai dunia. Investor Barat yang cerdas akan mengincar pasar modal tersebut,” katanya.
Kesempatan dan tantangan bagi pemain pasar
Melihat situasi ekonomi saat ini, bank sangat berhati-hati dalam melakukan investasi. Namun, produk dan jasa keuangan Islam cenderung mengalami perkembangan sejalan berkembangnya industri. Produk keungan Islam itu antara lain sukuk, syndicated lending, proyek keuangan, dan refinancing. Semua itu menawarkan pertumbuhan. Tetapi, meskipun perkembangan sistem keuangan Islam berjalan dengan cepat, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi antara lain:
* Rentan terhadap sektor yang fluktuatif seperti di dalam property dan minyak
* Inflasi—Banyak pemain keuangan Islam tidak memiliki kebijakan yang kuat untuk menghadapi inflasi.
* Pasar keuangan Islam beroperasinya masih baru. Sehingga banyak peraturan yang belum sempurna dan itu menjadikan resiko para pemain menjadi besar.
Seidel melanjutkan, kolaborasi antara bank Barat dan industri keuangan Islam yang berkembang pesat akan memberikan keuntungan satu sama lain. “Kami telah melihat Deutsche Bank, Barclays Capital, and HSBC melakukan partnership itu.” katanya. adlittle.com